Sabtu, 04 Agustus 2018

HASIL DARI KEBUN VERTIKAL HOLTIKULTURA DIJADIKAN SEBAGAI PRODUK UNGGULAN


    Budidaya Vertikultur merupakan metode budidaya yang tidak memerlukan banyak ruang dikarenakan teknik budidaya ini dilakukan secara vertikal. Metode ini biasanya digunakan pada budidaya tanaman sayuran, seperti : tomat, cabe, kangkung, bayam, sawi, kemangi dan tanaman sayuran daun lainnya. Hasil dari budidaya tersebut nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk diperjual-belikan. Sehingga kegiatan tersebut diusung oleh kelompok KKN 102 sebagai produk unggulan di Desa Arok.(Kunjungi laman kegiatan di samping untuk lebih jelasnya : http://arok.blogdesa.net/2018/08/budidaya-tanaman-dengan-metode.html)

PUDANGGA SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DESA AROK


Produk Olahan Pucuk Daun Mangga yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Teh Herbal
       PUDANGGA merupakan olahan dari pucuk daun mangga yang digunakan atau dimanfaatkan sebagai teh herbal yang dikemas secara menarik agar nantinya dapat dijadikan peluang untuk melakukan usaha baru dan dapat menjadi penghasilan tambahan jika produk tersebut dipasarkan/dijual. Produk tersebut dapat juga dikonsumsi pribadi karena banyak kandungan manfaat didalamnya.Produk PUDANGGA menjadi produk unggulan yang diusung oleh kelompok KKN102 melalui kegiatan pelatihan yang sudah di lakukan (buka postingan kegiatan: http://arok.blogdesa.net/2018/08/pelatihan-teh-herbal-pudangga-oleh.html )

PUDABOO DIJADIKAN PRODUK UNGGULAN DESA AROK



      PUDABBO merupakan poduk  yang dapat dimanfaatkan oleh Desa Arok guna menambah penghasilan warga hanya dengan memanfaatkan daun bambu muda menjadi olahan krupuk dan ini menjadi produk unggulan yang diusung oleh kelompok KKN102 melalui kegiatan pelatihan yang sudah di lakukan (buka postingan kegiatan: http://arok.blogdesa.net/2018/08/kaya-manfaat-dan-memiliki-nilai-jual.html ).

LIMBAH BAMBU MENJADI PRODUK UNGGULAN DESA AROK

KKN 102 turut serta dalam pengolahan limbah pabrik
      Banyaknya serbuk bambu yang tidak termanfaatkan bahkan menjadi limbah bagi masyarakat menjadikan sebuah peluang bagi kelompok KKN 102 untuk membuat sebuah inovasi yang nantinya dapat di manfaatkan oleh masyarakat sebagai penghasilan tambaan atau hiasan-hiasan yang memiliki nilai jual. Inovasi tersebut berupa lukisan dari serbuk bambu yang nantinya dapat dijaddikan sebuag produk unggulan yang di cetuskan oleh kelompok KKN 102 untuk masyarakat Desa Arok.(kunjungi laman kegiatan dari lukisan bambu http://arok.blogdesa.net/2018/08/menciptakan-inovasi-baru-di-desa-arok.html)

Jumat, 03 Agustus 2018

NUGGET REBUNG MENJADI PRODUK UNGGULAN DESA AROK (BUNGNASE)

Bungnase istilah Rebung Nugget Sehat Buatan Kelompok KKN 102 Desa Arok
         Salah satu potensi utama yang ada di desa Arok adalah populasi tanaman bambu yang jumlah nya sangat banyak. Masyarakat Desa Arok biasanya memanfaatkan tanaman  bambu untuk keperluan membuat anyaman dinding , keranjang buah dan terkadang juga untuk bahan bangunan. Selain batang yang dimanfaatkan, tunas dari tanaman bambu atau disebut rebung juga bisa digunakan untuk bahan olahan makanan seperti sayur. Kali ini kelompok KKN 102 Universitas Trunojoyo Madura memiliki inisiatif lain untuk memanfaatkan rebung sebagai bahan dasar untuk membuat nugget. Dari situlah muncul ide untuk membuat nugget rebung yang diberi nama BUNGNASE (rebung nugget sehat) yang dapat dijadikan sebagai produk unggulan dari Desa Arok (lihat postingan kegiatan : http://arok.blogdesa.net/2018/07/pelatihan-pembuatan-nugget-sehat-arok.html

Menciptakan Inovasi Baru Di Desa Arok Dengan Pemanfaatan Serbuk Bambu Menjadi Lukisan


Serbuk bambu atau biasa dikenal sebagai limbah bambu dari meubel atau tempat-tempat pemotongan bambu yang ada di sekitar Desa Arok biasanya hanya dibakar atau dibuang begitu saja tanpa ada pemanfaatan. Padahal sebenarnya, banyak sekali manfaat dari serbuk ini yang bisa di maksimalkan oleh masyarakat seperti pembuatan pigura, hiasan, dan barang-barang berguna lainnya. Kali ini kita mencoba memberikan pelatihan untuk membuat karya seni berupa lukisan dari sebuk bambu tersebut. Pembuatannya cukup mudah, langkah pertama yaitu dimulai dari proses pewarnaan serbuk. Media yang kita gunakan cukup sederhana yaitu kertas dengan ketebalan 200 gsm, selanjutnya bentuklah pola sesuai dengan keinginan diatas media kertas. Setelah pola selesai digambar, kita akan memasuki proses pengeleman. Pemberian lem cukup rumit karena harus mengikuti pola yang sudah di gambar, tahap ini sangat berkaitan dengan penaburan serbuk, sebab jika pengeleman tidak rapi maka akan sangat berakibat pada kerapihan dan ketebalan dari serbuk bambunya.
Di beberapa tempat sudah ada seniman yang mengangkat serbuk ini sebagai salah satu karyanya yang sangat diminati di pasaran. Sehingga dangan adanya pelatihan ini dapat menumbuhkan minat masyarakat terutama kaula muda untuk lebih meningkatkan kreatifitas dan pemanfaatan bahan yang terbuang sia-sia. Senin (30/07/2018)


Budidaya Tanaman dengan Metode Vertikultur


Pertanian merupakan salah satu sektor penting di dunia. Pertanian harus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan pangan yang meningkat seiring dengan meningkatnya penduduk didunia. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan produksi pangan adalah dengan menggunakan metode Budidaya Vertikultur. Budidaya Vertikultur merupakan metode budidaya yang tidak memerlukan banyak ruang dikarenakan teknik budidaya ini dilakukan secara vertikal. Metode ini dicoba dikembangkan di Kecamatan Burneh tepatnya di Desa Arok yang kebanyakan penduduknya berprofesi sebagai petani. Berdasarkan survei dan wawancara yang telah kami lakukan, bahwa masayarakat memang ingin melakukan metode budidaya vertikultur ini tetapi masyarakat masih belum mengetahui cara yang benar dalam melakukan metode ini. Metode ini dilakukan dengan cara menyusun pot secara vertikal atau keatas dengan cara digantung atau menggunakan kerangka seperti rak. Wadah yang digunakan bisa menggunakan pot/polybag, botol aqua bekas atau secara langsung di pipa paralon dan sebagainya. Kegiatan budidaya metode ini seperti kegiatan budidaya biasanya namun tidak semua tanaman bisa ditanam dengan menggunakan metode ini. Metode ini biasanya digunakan pada budidaya tanaman sayuran, seperti : tomat, cabe, kangkung, bayam, sawi, kemangi dan tanaman sayuran daun lainnya. Jumat(3/08/2018). Penulis: dhomiri

Kaya Manfaat dan Memiliki Nilai Jual Ekonomis Dengan Produk PUDABOO



Peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik 2018 Kelompok 102 Universitas Trunojoyo Madura pada Hari Jumat (27/7/2018) melakukan pelatihan cara membuat kerupuk daun bambu muda kepada Ibu-Ibu PKK Desa arok, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Kerupuk dari daun bambu muda tersebut diberi nama PUDABOO atau Kerupuk Daun Bambu. Pelatihan ini dimaksudkan agar masyarakat sekitar Desa Arok lebih tahu cara pemanfaatan daun bambu yang sangat jarang dimanfaatkan. Pada daun bambu terdapat kandungan atau senyawa kimia alami berupa asam amino, flavonoid, klorofil dan bebarapa vitamin. Zat inilah yang mendukung adanya fungsi obat pada daun bambu yang meliputi:
1.    Menurunkan kadar lemak/kolestrol darah
2.    Meringkankan gejala asam urat
3.    Kaya akan antioksidan dan ampuh menangkal radikal bebas
4.    Menjaga kesehatan organ limpa
5.    Obat cacingan herbal dll
Selain itu daun bambu muda ini diolah agar memiliki nilai tambah untuk masyarakat Desa Arok. Kegiatan ini merupakan kegiatan program kerja, produk unggulan dari kelompok 102. Bersama Ibu-ibu PKK Desa Arok, Mahasiswa ini memberikan pelatihan cara membuat Kerupuk dari bahan dasar daun bambu masih muda, mulai dari bahan, proses pembuatan, hingga proses pengemasan. Ibu-ibu PKK Desa Arok sangat antusias mengikuti pelatihan cara pembuatan Kerupuk Daun Bambu muda ini.

Rabu, 01 Agustus 2018

Pelatihan Teh Herbal Pudangga Oleh Kelompok 102 Untuk Menyembuhkan Penyakit




Bangkalan, (27/7/2018) Peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik 2018 Kelompok 102 Universitas Trunojoyo Madura melakukan pelatihan cara membuat teh dari pucuk daun mangga kepada Ibu-Ibu PKK Desa arok, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Teh yang dibuat oleh kelompok 102 ini adalah teh herbal. Teh pucuk dari daun mangga ini diberi nama "Teh Pudangga Arok" (Teh Pucuk Daun Mangga Arok). Pelatihan ini dimaksudkan agar masyarakat sekitar Desa Arok lebih tahu cara pemanfaatan pucuk daun mangga. Ternyata pucuk daun mangga bisa dijadikan sebagai minuman yang mempunyai sejuta manfaat. Manfaat yang terkandung pada teh herbal pucuk daun mangga adalah mencegah gejala diabetes, dan juga sebagai antioksidan bagi tubuh. Cara pembuatan teh Pudangga sangatlah mudah. Pertama, ambil daun pucuk daun mangga, Kemudian iris pucuk daun mangga sampai tipis,  Setelah itu dikeringkan sampai berwarna coklat kemudian diseduh dengan menggunakan air hangat. Proses pembuatannya sangatlah mudah dan bisa dibuat sendiri dirumah-rumah.
"Pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan daun pucuk mangga sebagai teh herbal. Teh yang bisa menyembuhkan penyakit diabetes dan sebagai antioksidan", ujar Suwinta Noviana selaku penanggung jawab Produk Unggulan Teh Pudangga.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html